Kamis, 15 Oktober 2015


Sistem Kesenian Suku Betawi

        Segala sesuatu yang berkaitan dengan kesenian atau kebudayaan betawi adalah hasil peleburan dari beberapa macam kebudayaan yang ada di Tanah Betawi melalui masagradual change yang tidak sekejap. Hasil peleburan atau alkuturasi itu membentuk kebudayaan baru yang “terlepas” dari masing-masing kebudayaan yang mempengaruhinya. Kesenian Betawi yang didapat dari peleburan atau pencampiran tersebut adalah sebagai berikut :

Ø  Tari-tarian

       Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tionghoa seperti tariannya yang memiliki corak tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul senitari dengan gaya dan koreografi yang dinamis. Berikut beberapa tarian yang berasal asli dari betawi :
                                                          a.  Tari cokek


b.      Tari samrah




                                               c.       Tari yapong




                                                   d. Tari Lenggang Nyai


e.      Tari topeng betawi


  

  Ø   Musik

            Musik Dalam dunia musik Betawi terdapat perbauran yang harmonis antara unsur priburni dengan unsur Cina, Eropa dan budaya barat lainnya. Beberapa kesenian music yang berasal dan ada di Suku Betawi adalah :

a.   Tanjidor
Salah satu jenis musik Betawi yang mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa. Pada musik Tanjidor alat musik yang paling banyak dimainkan adalah alat musik tiup, seperti klarinet, piston, trombone serta terompet. Jenis musik ini muncul pada abad ke-18, yang ketika itu dimainkan untuk mengiringi perhelatan atau mengarak pengantin. Namun akhir-akhir ini musik tanjidor sering ditampilkan untuk menyambut tamu agung. Merupakan suatu ansambel musik yang namanya lahir pada masa penjajahan Hindia Belanda di Betawi (Jakarta). Kata "tanjidor" berasal dari kata dalam bahasa Portugistangedor, yang berarti "alat-alat musik berdawai (stringed instruments)". Tetapi dalam kenyataannya, nama Tanjidor tidak sesuai lagi dengan istilah asli dari Portugis itu. Namun yang masih sama adalah sistem musik (tonesystem) dari tangedor, yakni sistem diatonik atau duabelas nada berjarak sama rata (twelve equally spaced tones). AnsambelTanjidor terdiri dari alat-alat musik seperti berikut: klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur).
   
b.      Gambang Kromong
Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan  dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dankongahyan . Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitugambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernamaNie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740).Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran. Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya





d. Musik Keroncong Tugu
Musik keroncong digemari oleh masyarakat Tugu di Jakarta Utara. Jenis musik inilah yang menjadi cikal bakal keroncong asli Betawi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Keroncong Tugu. Di tengah para pemukim Tugu, keroncong memang menemukan bentuk yang khas, dibandingkan dengan kroncong Jawa, dari segi tempo keroncong Tugu lebih cepat dan dinyanyikan lebih bersemangat. Karena itu, keroncong Tugu mudah dipakai untuk mengiringi dansa. Perbedaan lainnya, gitar Tugu lain dari yang lain. Ukurannya lebih kecil dari gitar biasa. Senarnya lima. Dan di kalangan penduduk Tugu, gilar mini ini disebut "jitera" yang dibuat dati batang pohon waru yang dibobok. Di zaman dulu, "empu" jitera yang paling termasyur adalah Leonidas Salomons - kini sudah mendiang.




Bela diri ( silat )

Betawi atau Jakarta memiliki jenis bela diri tersendiri yang bernama Pencak Silat. Bela diri ini dimainkan oleh 2 orang yang memainkan dengan menggunakan pakaian khas betawai yaitu menggunakan baju koko, ikat pinggang khas betawi serta menggunakan peci. Biasanya bela diri ini dgunakan sebagai perlengkapan pada acara pernikahan atau pentas lainnya.







Ä  Ondel-ondel

    Ondel-ondel merupakan salah satu bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 m dengan garis tengah 80 cm, dibuat dari anyarnan barnbu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih. Semula ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Dewasa ini ondel-ondel biasanya digunakan untuk menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misainya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Betapapun derasnya arus modernisasi, ondel-ondel ternyata masih tetap bertahan dan menjadi penghias wajah kota metropolitan Jakarta.






 Ä Teater (Drama) tradisional

a.  Lenong

     Lenong adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat Betawi yang dibawakan dalam dialek Betawi yang berasal dari Jakarta, Indonesia.[1] Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia) dialek Betawi. Masarakat Betawi sangat mencintai kesenian lenong betawi. Sederhananya, lenong merupakan bentuk teater tradisional yang dikembangkan oleh orang-orang Betawi. Secara praktis, kesenian tradisional ini memainkan pertunjukan seperti halnya teater dengan diiringi musik gambang kromong. Alat-alt musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling,  kecrek, dan alat musik khas Tionghoa, misalnya: tehyan, kongahyang, dan sukong.  Terdapat dua jenis lenong yaitu :

   ü   Lenong Denes sendiri adalah perkembangan dari bermacam bentuk teater rakyat                Betawi yang sudah punah, seperti wayang sumedar, wayang senggol ataupun wayang
       dermuluk. Lenong yang menyajikan cerita-cerita kerajaan seperti, indra Bangsawan,
       Danur Wulan dan sebagainya




ü  Lenong preman sendiri adalah Lenong Preman membawakan cerita tentang              kehidupan drama rumah tangga sehari-hari. Lenong Preman sering disebut juga

 Lenong jag o, karena cerita yang dibawakan umumnya kisah para jagoan, tuan tanah.



Ä  Cerita rakyat
Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. cerita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macan Kemayoran, Juragan Boing dan yang lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar